Prosesi wisuda sudah di ujung mata. Meskipun gegap gempitanya terkendala karena pandemik dan harus dilakukan secara virtual, namun tak perlu dan tidak akan pernah mengurangi keharuan, kebahagiaan, serta  kelegaan karena perjuangan Anda dalam menyelesaikan studi di kampus tercinta telah usai paripurna. Wisudawan dan wisudawati selanjutnya harus beranjak ke dunia nyata, sebagian menjadi job seeker dan  memulai bab baru dalam perjalanan hidupnya.

Apa yang perlu dilakukan alumni agar bisa  mendapatkan karir pertamanya?

Tak lagi diragukan, pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada dunia usaha dan industri.  Hal tersebut bagi para alumni yang berada pada fase pencarian, tentunya membuat tantangan berkarir berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Muncul pertanyaan dalam benak, kira-kira apa yang perlu dilakukan alumni untuk mendapatkan karir pertamanya?

Kesabaran adalah kuncinya. Sangat banyak pelamar di luar sana berkompetisi untuk setiap peluang karir yang ada. Memenangkannya bukanlah sesuatu yang mudah. Bagi Anda yang sedang membaca tulisan ini, ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar karakter dalam diri Anda muncul sehingga membuat Anda menjadi lebih menarik:

Job Seeker Wajib Asah Kompetensi

online-course
Book vector created by katemangostar – www.freepik.com

Tidak sedikit hal-hal penting di dunia industri yang tidak dipelajari di bangku perkuliahan. Beberapa diantaranya bahkan melibatkan kompetensi atau keahlian yang nice-to-have. Tidak benar-benar berhubungan dengan profesi yang Anda lamar, akan tetapi bisa membuat Anda menarik perhatian ketika disejajarkan dengan kandidat lainnya. Seperti apa contohnya? Bisa saja penguasaan bahasa pemrograman tertentu, atau penguasaan pada perangkat lunak spesifik yang berhubungan dengan profesi yang Anda inginkan. Carilah informasi ini dengan cara berhubungan dengan para profesional yang bekerja pada bidang tersebut, via Linkedin misalnya. Belajarlah sekeras mungkin untuk menguasai sesuatu yang Anda suka. Ambil kursus online, baca buku-buku yang relevan, dan cobalah untuk berkorespondensi di berbagai forum daring dengan para pelaku industri di mana profesi tersebut berada.

Mengasah kompetensi akan memberi Anda setidaknya dua keuntungan. Pertama, tentu saja pada spektrum profesi yang bisa Anda lamar menjadi lebih luas. Kedua, yang agak samar adalah dedikasi ini secara tidak langsung menunjukkan etos kerja Anda. Seringkali kita mendapati beberapa pelamar menyampaikan, “Saya adalah seseorang yang suka belajar hal yang baru?“ Sayangnya, hanya segilintir yang dapat membuktikannya. Tidak banyak orang yang actually do the talk or walk the talk.

Baca juga: 5 Tips Saat Memilih Kursus Online

Bangunlah Jejaring

Wahai Para Job Seeker, Coba Tips Berikut Ini 1
Abstract vector created by pch.vector – www.freepik.com

Bagian penting dari pencarian pekerjaan adalah membuat jejaring yang sekarang ini sungguh menantang karena kita harus patuh pada protokol social distancing. Satu hal yang seharusnya dilakukan adalah mencari seseorang yang sudah bekerja di profesi yang Anda impikan itu, yang Anda lihat mungkin dan cocok untuk menjadi mentor. Mulailah mencari bantuan dari jejaring keluarga Anda yang barangkali memiliki kenalan, atau mencari tahu ke bagian kemahasiswaan di kampus Anda, atau bisa juga jejaring alumni Kampus. Tentunya almamater selalu akan siap membantu.

Mintalah bantuan mentor untuk memberikan wawasan tentang kompetensi apa saja yang Anda perlu kejar dan raih. Tak ada salahnya juga apabila meminta bantuan dari mentor untuk melihat seberapa baik lamaran pekerjaan yang Anda susun. Wawasan mengenai lingkungan kerja, kesulitan umum, dan tantangan di awal ketika masuk dalam profesi yang Anda incar juga termasuk informasi yang tak kalah penting. Pengetahuan-pengetahuan tersebut dapat menjadikan Anda lebih baik. Satu hal lagi, mempunyai seorang mentor juga dapat memberikan informasi lebih cepat bilamana ada peluang karir dari jejaring yang mereka miliki.

Banyak juga profesi yang telah memiliki asosiasi. Pilihlah setidaknya yang agak terkemuka dan bergabunglah menjadi anggota di sana. Asosiasi profesional tersebut memiliki banyak sumber daya termasuk webinar dan tutorial. Bukan tidak mungkin anggota atau member di dalam asosiasi ini juga dapat menjadi wasilah peluang berkarir bagi Anda.

Asosiasi ini juga biasanya menyelenggarakan pertemuan-pertemuan, meskipun sekarang beralih semua secara daring, tentunya ini menjadi sisi positif tersendiri. Pertemuan ini memberikan informasi isu-isu terkini yang dapat menjadi modal agar Anda relevan ketika tiba saatnya proses wawancara kerja. Itu cukup untuk membuat impresi positif 😊

Menjadi Volunteer atau Filantropis

Wahai Para Job Seeker, Coba Tips Berikut Ini 2
Medical vector created by freepik – www.freepik.com

Secara umum, mencari peluang karir dapat berujung pada penurunan daya juang. Nglokro, kalau istilah orang Jawa. Anda telah menghabiskan banyak waktu dan usaha di perguruan tinggi dengan berharap dapat meraih profesi impian. Dengan hadirnya pandemi ini, sangat bisa dipahami jika rasa keputusasaan itu mulai mengganggu.

Lebih parahnya lagi, selepas prosesi wisuda berakhir, berganti dengan hari-hari yang monoton. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan kegiatan Anda ketika masih aktif kuliah yang ritmenya dinamis dan rame. Wajar jika kemudian mudah untuk menjadi bosan. Anda harus memaksa diri melakukan sesuatu. Belum berkarir di sebuah perusahaan tertentu bukan berarti Anda tidak dapat berbuat apapun bukan? Anda tetap bisa “bekerja”  dengan mengabdikan diri Anda sebagai public services untuk ‘melayani masyarakat’. Tawarkan kemampuan Anda dan pada hal mana yang Anda dapat bantu.

Filantropis dapat membantu mood Anda tetap terjaga. Percayalah, banyak sekali energi positif yang akan mendatangi Anda dengan memberikan bantuan pada orang lain lewat lembaga-lembaga non profit tersebut. Dan dalam pada itu, bisa jadi Anda bertemu dengan banyak sosok yang kelak menjadi jalan menuju karir impian. Kisah tentang pelayanan publik inilah yang dapat membuat wawancara kerja Anda menjadi spesial. Tapi tentunya yang paling penting adalah membantu orang lain yang sangat membutuhkan di masa pandemik ini.

Demikian sedikit tips bagi Anda para wisudawan dan wisudawati di luar sana yang saat ini mungkin masih merasakan euforia kemenangan atas perjuangan dalam menyelesaikan studi. Selamat dan sukses, ingat babak baru perjuangan Anda baru akan dimulai. Salam semangat! 😉