Universitas Indonesia Maju (UIMA) nampaknya menempatkan transformasi digital sebagai prioritas strategis. Dalam beberapa tahun terakhir, pimpinan kampus mengambil langkah-langkah berani untuk mengubah cara pengelolaan akademik mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru hingga pelacakan alumni, menuju model tata kelola berbasis data yang terintegrasi. Komitmen ini bukan sekadar modernisasi operasional; ini adalah fondasi untuk menjaga mutu, akreditasi, dan akuntabilitas institusi di era regulasi yang semakin menuntut bukti dan transparansi.

Salah satu tonggak penting yang menunjukkan dampak dari upaya tata kelola ini adalah perolehan akreditasi institusi “Baik” untuk periode 2024–2029, sebuah indikator bahwa UIMA telah memenuhi standar penjaminan mutu yang ditetapkan regulator pendidikan tinggi. Dokumen keputusan akreditasi ini menegaskan posisi UIMA di peta perguruan tinggi dan menjadi titik awal bagi kampus untuk memperkuat integritas data dalam sistemnya.

Selain pencapaian akreditasi institusi, capaian kinerja akademik prodi menunjukkan hasil nyata dari fokus mutu yang dijalankan kampus. Contohnya, Program Studi Pendidikan Profesi Ners UIMA mencatat prestasi signifikan pada Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) 2025 dengan tingkat kelulusan yang tinggi. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran dan persiapan profesional mahasiswa berada di jalur yang tepat dan juga sebagai bukti kontekstual yang kuat, bahwa tata kelola dan pengelolaan data akademik mempengaruhi outcome pendidikan secara langsung. 

Membangun Ekosistem Akademik yang Terhubung dan Terukur

Apa yang membuat pendekatan UIMA menarik bagi pimpinan perguruan tinggi lain adalah luasnya cakupan digitalisasi berbasis cloud yang diadopsi sebagai ekosistem operasional. UIMA berkolaborasi dengan eCampuz dalam penggunaan berbagai modul di eCampuz Cloud yang mampu memenuhi kebutuhan seleksi dan assessment untuk calon mahasiswa, layanan perpustakaan digital, modul yang mendukung pengelolaan data akademik mahasiswa (lengkap dengan digitalisasi Kurikulum OBE) sampai tracer study. Tak hanya itu, UIMA juga menaruh perhatian penting pada bagian penjaminan mutu. Kerja sama formal dan implementasi layanan ini menandai perubahan dari proses manual menuju sistem terpadu yang menyediakan satu sumber data terpercaya.

Transformasi itu tidak terjadi sekaligus. UIMA memilih jalur bertahap: menerapkan digitalisasi PMB melalui ujian online untuk mempercepat seleksi, mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi pada staf, dan menyiapkan integrasi data untuk pelaporan akademik. Langkah-langkah praktis seperti pelatihan operator serta penerapan ujian online untuk PMB menunjukkan bahwa perubahan organisasi dan kapasitas SDM menjadi kunci agar investasi teknologi benar-benar menghasilkan tata kelola berbasis data yang andal.

Mengapa tata kelola berbasis data penting bagi pimpinan kampus? 

Karena data yang terstruktur dan terintegrasi memungkinkan pengambilan keputusan strategis yang cepat dan berbasis bukti: memantau proses pembelajaran, melihat tren kompetensi mahasiswa, menyiapkan dokumen akreditasi dengan jejak audit yang jelas, hingga mendukung evaluasi kinerja dosen dan program studi. Dalam konteks ini, eCampuz Cloud berperan sebagai fondasi pengelolaan data akademik, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, administrasi pembelajaran, hingga penyelesaian studi; sehingga kampus memiliki basis data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketika UIMA meraih capaian seperti akreditasi, prestasi mahasiswa, atau keberhasilan UKOMNAS, data yang dikelola secara konsisten melalui eCampuz menjadi pendukung penting yang memperkuat kredibilitas pelaporan dan proses evidencing.

Dari sisi implementasi teknologi, integrasi modul-modul adalah kunci. eSPMI memberikan kerangka dokumentasi standar mutu dan audit trail; eOnlineTest memfasilitasi assessment yang konsisten dan analitik hasil; ePustaka memperkaya sumber belajar digital; sementara eAkademik dan eAlumni memastikan data mahasiswa dan lulusan tersimpan rapi untuk pelaporan dan tracer study. Kombinasi ini membentuk ekosistem yang mendukung lifecycle akademik end-to-end; dari mulai pra-penerimaan, pembelajaran, evaluasi, hingga kelulusan dan jejak alumni. Implementasi bertahap memungkinkan kampus menyesuaikan kebijakan internal, capacity-building, dan integrasi proses.

Kampus Lain Bisa Mulai dari Keputusan Strategis

Langkah UIMA ini dapat menginspirasi pemimpin kampus lain bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang leadership yang berani mengubah proses, menginvestasikan waktu, sumber daya, dan perubahan budaya kerja demi tujuan jangka panjang: mutu, transparansi, dan akuntabilitas. Terlebih bagi pertimbangan digitalisasi, studi kasus UIMA menunjukkan beberapa langkah praktis: tetapkan prioritas awal (manajemen data akademik), pilih solusi terintegrasi, mulai dengan pilot prodi, lakukan pelatihan intensif bagi operator dan dosen, serta ukur outcome (misalnya kelulusan kompetensi, response rate tracer study, kesiapan akreditasi).

Kesimpulannya, perjalanan digitalisasi UIMA menegaskan bahwa tata kelola berbasis data bukan sekadar tren teknologi. Ia adalah strategi tata kelola yang mengikat visi mutu institusi dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Bagi pimpinan perguruan tinggi, pelajaran yang dapat ditiru adalah komitmen kepemimpinan, pemilihan ekosistem aplikasi yang saling terintegrasi, dan fokus pada capacity-building untuk memastikan transformasi berdampak pada kualitas lulusan dan reputasi institusi.

Bagi perguruan tinggi lain, langkah UIMA bisa menjadi inspirasi sekaligus bukti bahwa transformasi digital dapat dimulai dari keputusan strategis yang tepat. eCampuz siap mendampingi setiap fase perjalanan digital kampus Anda, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga pendampingan berkelanjutan melalui layanan after sales yang terjamin. Jika kampus Anda ingin membangun tata kelola berbasis data dan ekosistem akademik terpadu seperti UIMA, eCampuz siap menjadi partner tepercaya dalam proses transformasi tersebut.