Proses pelaporan PDDikti Neo Feeder bukan sekadar rutinitas administratif. Di lapangan, operator berhadapan dengan dinamika data yang cukup kompleks. Perbedaan data antara sistem akademik dan Neo Feeder, proses sinkronisasi yang memerlukan ketelitian, hingga munculnya pesan error dari web service PDDikti sering kali menuntut pengecekan lanjutan. Pada periode tertentu, seperti awal semester saat ada penambahan mahasiswa baru atau akhir semester ketika nilai telah diinput dosen, intensitas pekerjaan pelaporan pun meningkat.
Kondisi ini membuat pelaporan PDDikti membutuhkan ketelitian ekstra, waktu yang tidak sedikit, serta koordinasi antarbagian. Dalam situasi tertentu, ketika terjadi selisih data atau error teknis, operator perlu melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian data. Di sinilah penguatan kontrol dan visibilitas data menjadi semakin relevan sebagai langkah penyempurnaan proses yang sudah berjalan.
Menjawab kebutuhan tersebut, eCampuz menghadirkan pengembangan terbaru pada aplikasi eFeeder. Pengembangan ini difokuskan pada peningkatan kontrol data pelaporan serta kemudahan dalam menangani kendala teknis dari PDDikti Neo Feeder.
Dashboard Perbandingan Data Akademik dan PDDikti Neo Feeder
Salah satu pengembangan utama adalah fitur “Dashboard Perbandingan Data antara Aplikasi Akademik dan PDDikti Neo Feeder”. Fitur ini dirancang untuk membantu operator melihat kondisi data secara menyeluruh sebelum dan sesudah proses sinkronisasi dilakukan.
Melalui dashboard ini, operator dapat melakukan penyaringan berdasarkan semester pelaporan, program studi, serta jenis data tertentu. Sistem kemudian menampilkan ringkasan perbandingan jumlah data antara eAkademik (sistem akademik) dan data yang tercatat di PDDikti Neo Feeder. Komponen yang ditampilkan mencakup kurikulum, mata kuliah, mahasiswa, kelas, KRS, nilai, hingga nilai transfer.

Dengan adanya informasi selisih data, operator dapat langsung mengetahui bagian mana yang belum sesuai atau belum berhasil tersinkron. Proses pelaporan PDDikti pun menjadi lebih terkontrol karena pengecekan tidak lagi dilakukan satu per satu secara manual dan langsung ditampilkan dalam satu tampilan dashboard.
Pengembangan fitur ini telah disosialisasikan kepada seluruh pengguna eCampuz pada 4 Februari 2026, dan disampaikan langsung oleh Saktiawan Tri Nugroho selaku Product Specialist eCampuz. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa dashboard ini membantu operator bekerja lebih terarah, terutama pada masa-masa krusial pelaporan.
Panduan Penanganan Notifikasi Error dari PDDikti Neo Feeder

Pengembangan kedua adalah fitur “Langkah Penanganan terkait Notifikasi Pesan Error dari Web Service PDDikti Neo Feeder”. Selama ini, pesan error dari Neo Feeder sering kali bersifat teknis dan sulit dipahami oleh operator, sehingga memperlambat proses pelaporan.
Kini, setiap kali muncul notifikasi error, sistem eFeeder tidak hanya menampilkan pesan kesalahan, tetapi juga memberikan penjelasan singkat mengenai penyebab error tersebut. Operator dapat memahami alasan mengapa proses tidak dapat dilanjutkan, misalnya karena ada data wajib yang belum diisi atau belum disesuaikan.
Selain penjelasan, eFeeder juga menyediakan panduan langkah penanganan yang langsung mengarahkan operator ke menu atau pengaturan yang perlu diperbaiki. Dengan pendekatan ini, operator dapat segera mengambil tindakan yang tepat tanpa harus menebak-nebak atau mencari referensi di luar sistem. Hal ini membuat proses pelaporan pddikti menjadi lebih efisien dan minim hambatan.
Penguatan Tata Kelola Data Akademik melalui Pelaporan PDDikti yang Lebih Akurat
Pengembangan ini menunjukkan komitmen eCampuz dalam memperkuat tata kelola data akademik melalui pelaporan PDDikti yang lebih akurat dan terkontrol. eFeeder tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem eCampuz Cloud yang terintegrasi.
Melalui eCampuz Cloud, perguruan tinggi dapat mengelola sistem akademik, proses administrasi, hingga pelaporan PDDikti Neo Feeder dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Integrasi ini membantu meminimalkan selisih data, mempercepat proses sinkronisasi, dan meningkatkan kepercayaan diri institusi dalam menghadapi kewajiban pelaporan.
Bagi perguruan tinggi yang ingin menghadirkan proses pelaporan PDDikti yang lebih terkendali dan efisien, beralih ke eCampuz Cloud dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung pengelolaan data akademik yang lebih siap menghadapi tuntutan regulasi ke depan.




