Jakarta, 17 Juli 2026 — Institut Kesehatan Hermina tengah memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya mempersiapkan lulusan yang adaptif dan mampu menjawab tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education yang menjadi bagian dari proses penguatan implementasi OBE di lingkungan Inkes Hermina. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan Workshop OBE pada 16–17 Juli 2026, dilanjutkan dengan proses review kurikulum pada 20 Juli–5 Agustus 2026, serta Workshop Kurikulum Tahap 2 pada Agustus 2026.

Untuk memperkuat proses pengembangan dan implementasi kurikulum OBE, kegiatan ini menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pengembangan kurikulum dan pendidikan kesehatan, yakni Dr. Yektiningtyastuti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. dan Handoko Riwidikdo, S.Kp. Keduanya juga memiliki pengalaman yang relevan dengan implementasi OBE serta pengelolaan capaian pembelajaran dan sistem penilaian CPL.

implementasi obe inkes hermina
Dokumentasi kegiatan Workshop Kurikulum OBE di Inkes Hermina

Sejalan dengan proses penguatan implementasi OBE tersebut, eCampuz turut mendampingi Inkes Hermina dalam menerjemahkan kebutuhan kurikulum ke dalam sistem digital melalui Saktiawan Tri Nugroho, Product Specialist eCampuz.

Mempersiapkan Kurikulum yang Berorientasi pada Capaian Lulusan

Implementasi OBE menempatkan capaian lulusan sebagai salah satu fokus utama dalam proses pendidikan. Karena itu, pengembangan kurikulum perlu memastikan adanya keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), hingga proses pembelajaran di tingkat mata kuliah.

Bagi Inkes Hermina, penguatan implementasi OBE menjadi bagian dari upaya untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan arah yang jelas dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Kurikulum tidak hanya disusun berdasarkan struktur mata kuliah, tetapi juga diarahkan pada kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Proses ini membutuhkan koordinasi dan konsistensi dalam pengelolaan berbagai komponen kurikulum. Karena itu, pengelolaan secara digital menjadi bagian penting untuk membantu perguruan tinggi menghubungkan berbagai elemen kurikulum secara lebih terstruktur.

Mendukung Digitalisasi Kurikulum OBE

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Saktiawan Tri Nugroho, eCampuz mendukung Inkes Hermina dalam menerjemahkan rancangan kurikulum OBE ke dalam sistem digital. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan kebutuhan pengelolaan kurikulum dapat diakomodasi dalam sistem yang mendukung proses akademik secara lebih terintegrasi.

Bagi eCampuz, pendampingan terhadap Inkes Hermina menunjukkan bahwa digitalisasi kurikulum perlu berangkat dari kebutuhan akademik yang ingin diwujudkan oleh perguruan tinggi. Dalam konteks kurikulum OBE, sistem digital perlu mendukung bagaimana perguruan tinggi menyusun, mengelola, dan memantau keterkaitan antara berbagai komponen pembelajaran.

Melalui pendampingan ini, eCampuz terus memperkuat perannya sebagai mitra transformasi digital perguruan tinggi dengan membantu institusi menerjemahkan kebutuhan pengelolaan kurikulum ke dalam pemanfaatan sistem yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Baca juga: Permendiktisaintek 10 Tahun 2026: Apa yang Berubah dan Mengapa LPM Perlu Memahaminya Sejak Awal

Langkah Menuju Lulusan yang Adaptif

Penguatan implementasi OBE menjadi salah satu langkah Inkes Hermina dalam mempersiapkan proses pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Melalui kurikulum yang dirancang dengan fokus pada capaian lulusan serta didukung pengelolaan yang lebih terstruktur, Inkes Hermina terus berupaya membentuk lulusan yang adaptif dan siap bersaing.

Bagi eCampuz, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendampingi perguruan tinggi dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan proses akademiknya, termasuk dalam mendukung perjalanan institusi menuju implementasi kurikulum OBE yang lebih terarah.

Apakah perguruan tinggi Anda juga tengah mempersiapkan atau memperkuat implementasi kurikulum OBE?

Setiap institusi tentu memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda dalam menerjemahkan kurikulum OBE ke dalam pengelolaan akademik berbasis digital. Mari berdiskusi bersama eCampuz mengenai strategi dan kebutuhan digitalisasi OBE di perguruan tinggi Anda.

implementasi obe